Selasa, 15 Oktober 2013

Kutipan dari lembar acara Partangiangan Borsak Mangatasi  Pematang Siantar 13 Oktober 2013.

ASAL USUL PARTANGIANGAN NABABAN

Toga Sihombing memiliki empat orang anak yaitu Borsak Jungjungan marga Silaban, Borsak Sirumonggur marga Lumbantoruan, Borsak Mangatasi marga Nababan dan Borsak Binbinan marga Hutasoit.
Mereka berdomisili di Tipang sebuah daerah dipantai Selatan Danau Toba pada tanah pesisir yang sempit dikelilingi pebukitan dan lembah menghadap Danau Toba.
Keluarga Sihombing cepat berlipat ganda di Tipang mengakibatkan daerah pertanian terasa kurang maka keturunan Toga Sihombing mencari pemukiman baru ke Dataran tinggi Humbang.

Borsak Mangatasi memperanakkan anak tunggal dalam empat generasi yaitu : SIANTAR JULU  yang memperanakkan SIANTAR JAE yang memperanakkan SISOGOSOGO yang kemudian memperanakkan Op DOMI RAJA.
 Dalam generasi Op Domi raja baru memiliki anak dua yaitu SANDAR NAGODANG dan TUAN SIRUMONGGUR dan seorang boru.
Awalnya Op Domi Raja membuka perkampungan di Sipultak lalu pidah ke Balige dan kemudian kembali ke Sipultak dan anak2nya membuka perkampungan masing2 Sandar Nagodang di Lumban Patik dan Tuan Sirumonggur di Sitabotabo. Kemudian keturunan mereka berserak ke Nagasaribu - Lintongnihuta, Butar Toruan ( Lumban Tonga-tonga, Paniaran dan Motung ), Sipultak sekitarnya, Sitabotabo sekitarnya, Hitetano - Tobasa Habinsaran dan lalu berserak keberbagai penjuru Indonesia dan dunia.

Para kakek moyang kita adalah manusia yang perkasa dan raja parhata dan Datubolon yang gagah berani. Menjadi seorang datu tentu belajar banyak ilmu termsaul ilmu hitam yang tentu memerlukan tumbal. Mereka sering saling bertanding hingga suatau saat membunuh saudaranya sendiri. Dan salah satu yang tertuduh Op Raja Mangambit Tua terpaksa lari ke Hitetano menghindari pembalasan dendam. Sebelum ia melarikan diri maka oleh ibunya telah diberikan pusaka piso halasan dan hujur ( tombak ). Sebelum ke Hitetano dia sempat tinggal di Balige dan kawin dengan boru Simanjuntak. Keturunannya banyak dijumpai di Balige dan Hitetano.

Dikemudian hari banyak keturunan Nababan ini selalu gagal dalam pendidikan dan cita2 dan merupakan hal yang aneh kenapa seperti itu...sebabnya adalah pomparan Nababan sangat kurang kesatuan, kasih, bahkan sering terjadi perselisihan dan permusuhan, hingga akhirnya menciptakan sebutan Nababan Dolok dan Nababan Toruan.
Dikemudian hari hal ini menjadi pemikiran para orangtua dengan melihat pomparan Toga Sihombing seperti :
1. Kemajuan dalam bidang Pendidikan :
Kemajuan haha-anggi seperti, F Silaban - arsitek dari Silaban.  F Sihombing, DR TS Sihombing, Bupati Julianus Sihombing dari Lumbantoruan. DR Justin Sihombing dan Marxinius Hutasoit dari Hutasoit. Dari marga Nababan saat itu sudah ada yang dibangku pendidikan dan sudah ada guru seperti Pdt Markadim Nababan, Nahum Nababan ( perawat ), Guru2 : Jonathan Nababan, W Nababan - Partabas, Abidan Nababan, Asta Nababan dan beberapa orang yangsedang kuliah : SAE Nababan dan Ninggor Jati Nababan.
Keadaan marga Nababan hingga tahun 1955 baru tahap pendidikan SLTA dan bila ke perguruan tinggi selalu mengalami hambatan dan kegagalan
2. Hagabeon :
Dari jumlah pomparan Marga Nababan saat itu jauh kurangnya dengan pomparan Toga Sihombing yang lain
3. Hasadaon :
Amat menyedihkan, karena sukar diperoleh kesatuan pikiran dan kesepakatan, sering terjadi perselisihan bahkan sampai berperkara di pengadilan
4. Hamoraon :
Keluarga Nababan jauh ketinggalan dibandingkan haha-anggi dan marga2 lain

Pembicaraan tetntang hal2 diatas sering terjadi disetiap ada kesempatan bertemu dimana saja dikalangan marga Nababan dan mengakibatkan tanda tanya pada setiap pomparan Nababan.
Maka pada suatu saat Onan ( pekan hari Selasa ) di Siborongborong awal Maret 1955 beberapa orang yang rindu hal2 diatas penetua2 marga Nababan seperti Mantri Petrus Nababan, Hampung Sabam Nababan, dll berkumpul dirumah toko St Theopuhulus Nababan gelar Sijabu-jabu. Mereka menelusuri sudah sampai taraf mana keadaan kemajuan marga Nababan saat itu. Pembicaraan ini menjadi topik umum di pomparan Nababan dimana saja.
Akhirnya disertai semangat, tekad dilandasi kepercayaan pada Tuhan, maka terciptalah kesepakatan dan mufakat pada tahun 1955 tersebut dan yang menjadi inspirasi  mereka saat itu adalah dari kitab suci Alkitab yaitu Kejadian 30 : 10 - 11, Filipi 2 : 2 - 3, Galatia 4 : 6.
Sebelum tanggal 13 Oktober 1955 mereka mengumpulkan beberapa orangtua secara resmi dengan singkat kata dalam pertemuan itu mereka membuat suatu keputusan menyepakati suatu rumusan  yang baik yang akan mereka tempuh dan dilaksanakan berdasarkan kepercayaan pada Tuhan untuk :

1. Memohon kepada Allah Bapa melaui Tuhan Jesus agar segala DOSA nenekmoyang marga Nababan jangan dibalas atau diperhitungkan  kepada pomparan Nababan, dan agar segala dosa keturunan Nababan diampuni Tuhan Allah dalam p[enebusan dan penyelamatan Jesus Kristus.
2. Memohon kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang agar memberkati keturunan Nababan agar diberkati danbertambah-tambah pomparanya sehat walafiat dimana saja.
3. Memohon kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang agar meganugerahkan kepada keturunan Nababan pikiran dan hati yang baik supaya sehati sepikir dalam usaha yang baik, menghindari perselisihan, membina dan memelihara kasih sayang sesama keturunan Nababan dan terhadap sesama bangsa Indonesia dan sesama manusia
4. Memohon kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang agar menganugerahkan kepada keturunan Nababan kepandaian, kearifan, dan Hikmat dari Tuhan Allah dan kemajuan dalam iman, pengetahuan, pekerjaan, usaha dan jabatan
5. Memohon kepada Tuhan yang maha pengasih dan penyayang agar menganugerahkan kepada keturunan Nababan pekerjaan dan penghasilan yang berlimpah, dan berusaha memakai anugerah itu sesuai kehendak Tuhan menjadi pujian dan kemuliaan Tuhan

Maka setelah dibentuk Panitia yang Ketua : St Theophulus Nababan gelar Sijabujabu terselenggaralah PARTANGIANAGN POMPARAN NI BORSAK MANGATASI NABABAN dohot BORUNA DIADAKAN PADA HARI KAMIS 13 OKTOBER 1955 BERTEMPAT DI ONAN SIBORONGBORONG.

Kegiatan ini berlansung dengan baik dan sukses dan berkesinambungan setiap tahun bagi pomparan Nababan  ditempat mana saja.

Sejak dilakukannya Partangianagn dikalangan marga Nababan maka perlahan-lahan pomparan Nababan telah merasakan kemajuan, pendidikan, hasadaon, hagabeon, hamoraon mengejar haha-angginya pomparan Toga Sihombing, bahkan pada saat ini sudah banyak sarjana2 S1, S2 dan S3 dan Professor.

Demikianlah berita ini disampaikan, kurang lebihnya kami monon maaf


EDIT by : Op Christo Ir David Spener Sihombing, Ketua Umum Borsak Sirumonggur Kota Pematang Siantar-Sekitarnya selaku undangan dan memberikan kata sambutan atas nama Toga Sihombing
Pematang Siantar 13 Oktober 2013

Referensi : Buku Acara Partangiangan Parsadaan Borsak Mangatasi 13 Oktober 2013 ke 58 Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Batubara, Asahan, Kota Kisaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar